Tanda Diabetes di Rambut yang Jarang Diketahui, Seperti Apa?

Selamat datang Telis.Blog di Portal Ini!

Republik Jakarta — Lebih sering buang air kecil dan merasa lebih haus mungkin merupakan beberapa gejala umum diabetes tipe 2 yang banyak diketahui. Terlepas dari gejala umum, diabetes tipe 2 juga dapat menyebabkan gejala yang kurang diketahui seperti rambut rontok. Tanda Diabetes di Rambut yang Jarang Diketahui, Seperti Apa?

Greg Vida, ahli bedah senior di Harley Street Hair Clinic, beberapa gejala dan komplikasi yang terkait dengan diabetes tipe 2 sudah diketahui masyarakat umum. Ini termasuk peningkatan frekuensi buang air kecil, peningkatan rasa haus, kelelahan, penurunan berat badan, dan rabun jauh.

“Salah satu gejala yang jarang diketahui adalah rambut rontok,” kata dr Vida seperti dilansir Express, Sabtu (3/3/2024). Ngeri! BPOM Prediksi 10 Juta Kematian Bakal Terjadi Akibat Resistensi Antimikroba

Menurut dr Vida, ada beberapa mekanisme yang bisa menyebabkan rambut rontok pada penderita diabetes tipe 2. Salah satunya adalah kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan kadar gula darah tinggi secara terus-menerus.

“Ketika pembuluh darah ini rusak, folikel rambut tidak mendapatkan cukup oksigen sehingga mengganggu siklus pertumbuhan rambut dan berpotensi menghentikan pertumbuhan rambut,” kata Dr Vida.

Ketika suplai oksigen tidak mencukupi, folikel rambut mungkin memasuki fase istirahat, rontok, atau rontok, bukan fase pertumbuhan rambut. Akibatnya rambut rontok tanpa pertumbuhan rambut seimbang sehingga menyebabkan rambut berangsur-angsur menipis.

Dr Vida melanjutkan, mekanisme kedua adalah produksi insulin yang minimal. Seperti yang Anda ketahui, insulin merupakan hormon yang membantu sel memperoleh gula sebagai sumber energi. Hal ini memungkinkan sel-sel dalam tubuh menjalankan fungsi normalnya, seperti memproduksi rambut di folikel rambut.

Penurunan produksi insulin dapat mempengaruhi sel, sehingga sel tidak dapat melakukan fungsi seperti pertumbuhan rambut. Akibatnya, pertumbuhan rambut baru di folikel rambut pun terhambat.

Menurut dr Vida, diabetes tipe 2 bukan satu-satunya penyebab rambut rontok. Banyak kondisi lain yang juga dapat menyebabkan rambut rontok, seperti stres, perubahan hormonal, faktor genetik, dan kekurangan vitamin.

Namun, jika rambut rontok Anda disertai dengan beberapa gejala diabetes lainnya, Anda patut mencurigai adanya diabetes tipe 2. Jika Anda mengalami gejala ini, Dr. Vida menyarankan untuk menemui dokter Anda.

“Anda harus berbicara dengan dokter Anda tentang kemungkinan diagnosisnya,” kata Dr. Vida. Tanda Diabetes di Rambut yang Jarang Diketahui, Seperti Apa?

Selain itu, dr Vida mengatakan masalah rambut rontok juga bisa terjadi pada pasien yang terdiagnosis diabetes. Dr Vida mengatakan, cara terbaik mencegah rambut rontok pada penderita diabetes adalah dengan mengontrol kadar gula darah.

Selain mengatur pola makan dan rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, olahraga juga dapat membantu. Olahraga tidak hanya membantu mengontrol kadar gula darah, tetapi juga meningkatkan suplai oksigen ke sel-sel di tubuh Anda, termasuk di folikel rambut.